Sudah Ada Chat GPT, Main Solo RPG Kok Masih Pake Oracle?

Belakangan ini, setelah banyak menonton video YouTube yang berkaitan dengan solo RPG, mulai muncul juga video yang dari judulnya adalah tentang "main tabletop RPG dengan ChatGPT".

Nah, kan jadi timbul pertanyaan buat yang udah sempat terpapar postingan tentang solo RPG di blog ini: Kenapa atuh main solo RPGnya nggak pakai ChatGPT? Kenapa sih masih pakai oracle dengan seabreg random table dan harus diinterpretasi sendiri?

Ada pertanyaan, maka ada jawaban, dan inilah jawabannya:

Saya Kurang Fasih Pakai AI (ChatGPT, CoPilot, dkk)

Bisa dibilang saya ini skill issue buat masukin keyword dan prompt yang tepat. Bahkan pakai Google buat search ini itu aja masih sering merasa "hasilnya kok gini?" dan "bukan ini eui yang dicari".

Ngobrol sama orang aja
masih sering salah paham ....

Jadi waktu pakai CoPilot (saya ada langganan Office365 yang ternyata sudah termasuk AI chat-nya Microsoft), saya lebih banyak suruh AI-nya buat cari hal-hal semacam outline dokumen guideline, daftar tools alternatif untuk tools tertentu, dkk, dll. Itupun kalau saya bener-bener nggak ada waktu buat cari sendiri atau sudah cari sendiri lalu nggak ketemu yang dicari.

Plus, saya kurang percaya suruh AI chat buat mengerjakan hal-hal yang berkaitan dengan proses dan karya kreatif. Buat saya, Solo RPG termasuk ke dalam "proses dan karya kreatif".

Dan saya kurang punya kesabaran buat mengeksplor cara prompting yang baik dan benar. Kadang rasanya mending dikerjain sendiri aja.

"Rekreasi Otak" Seperti Orang Main Sudoku dan TTS

Ini ada pengaruh dari keluarga, terutama orang tua saya.

Ibu saya adalah orang yang suka banget isi Sudoku jaman masih langganan majalan Intisari dan pernah ada masanya kita langganan koran hari Minggu doang karena pengen isi TTSnya.

Tapi ini TTSnya susah, jir

Almarhum bapak saya lama jadi guru les privat dan lumayan ambisi jangan sampai anaknya payah di matematika, fisika, kimia (MaFiKi; saya paling sebel sama kimia, btw). Ada masanya saya kemudian bisa menikmati mengerjakan soal matematika, bahkan sekarang ini selalu jadi gatal langsung ingin cari pensil dan kertas buat coret-coret kalau ketemu soal matematika, apalagi soal cerita.

Dengan latar belakang begitu, jadi ada kecenderungan suka dengan puzzle dan hal-hal yang arahnya "rekreasi otak".

... Tidak, yang teka-teki verbal semacam "aku bisa ditemukan di awal senja dan di akhir napas" itu justru bukan favorit saya.

 Solo RPG, dengan hasil roll dadu yang butuh diinterpretasikan, termasuk ke ranah "rekreasi otak" ini.

Aslinya Memang Hobi Creative Writing

Saya mulai menulis cerita sejak kelas 6 SD. Ditulis di buku tulis yang dengan rajin saya update tiap malam sebelum tidur, lalu dikasih lihat ke teman sekelas yang untungnya menikmati cerita itu meskipun plotnya apa ya kurang jelas juga.

Menoelis Dengan Penoeh Semangat

Waktu SMA saya pernah kirim naskah ke penerbit, tapi ditolak (surat penolakan sama naskahnya masih disimpan). Lalu sekitaran masa kuliah mulai menulis lagi, tapi kali ini ditaruh di forum sebelum akhirnya menemukan platform Wattpad.

Ya, ada waktunya saya hiatus lama dan mandeg nggak maju-maju. Ada masanya juga bisa ngebut dalam 3 hari beresin semacam novela yang konsepnya "tebak siapa pelaku".

Solo RPG adalah duet maut dari creative writing dan gaming, dua hobi utama saya. Mana bisa ditolak kalau sudah duet maut begini? Nggak bisaaaa! Wkwkwk.

Dan alasan terakhir ....

Solo RPG adalah Salah Satu Cara "Disconnect" dari Digital Life

Alias "Digital Detox".


Karena sudah mulai merasa harus mengurangi penggunaan alat digital karena berbagai alasan. Terutama karena mata versus layar monitor / smartphone, saya mengusahakan sebisa mungkin mengurangi keterlibatan gadget ketika main solo RPG.

Alasan ini mungkin yang paling simpel dari semua alasan lain di atas. Memang faktor umur itu nggak bohong sih.

Akhir Kata ....

Apakah dengan demikian "haram hukumnya main solo RPG dengan bantuan AI chat?", ya tidak begitu juga.

Kalau memang merasa lebih bisa menikmati sesi solo RPG dengan AI chat, ya silakan saja. AI chat mungkin udah nemu data Mythic Gamemaster Emulator (bajakan? bisa jadiiii) dan kemudian pakai itu untuk membantu sesimu, jadi rasanya tidak beda jauh.

Akhir kata yang betulan akhir kata, sekian penjabaran kenapa saya main solo RPG dengan cara konvensional.

Yang penting, roll dadumu dan have fun! ദ്ദി(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesi Tanpa Gamemaster, tapi Tidak Solo???

Solo RPG Asalnya Bukan dari Kota Solo, guys