Sesi Tanpa Gamemaster, tapi Tidak Solo???

Salah satu solo RPG toolkit yang pertama saya temukan dan jadi favorit sampai sekarang adalah One Page Solo Engine buatan Inflatable Studios.

Kenapa jadi favorit? Gratis. Hehe. ( • ̀ω•́ )✧ Alasan keduanya, dia nggak berlembar-lembar. 

Walaupun sebutnya "one page" aka satu halaman, One Page Solo Engine ini totalnya ada 3 halaman. Dua halaman pertamanya bisa di-print bolak balik di satu lembar kertas. Di kalangan TTRPG memang disebut "one page" itu seringkali maksudnya "satu lembar" bukan "satu halaman".

Nah, ada sesuatu yang menarik dari halaman ketiga One Page Solo Engine. selain acknowledgement tentang inspirasi yang melatarbelakangi komponen-komponen yang ada di toolkit, tertulis sebuah "himbauan" untuk mencoba main sesi game tanpa Gamemaster (GM) bersama dengan pemain lain.

Mengikuti tips random dari orang tak dikenal
adalah jalan ninjaku

Cukup lama saya memikirkan pro dan kontra dari mencoba "himbauan" tersebut. Kira-kira game system apa yang cocok ya, siapa yang oke buat diajak ya, dst dst.

Sampai akhirnya saya menggaet dua orang teman main bareng yang selain pernah main Dungeons&Dragons bersama-sama, tidak keberatan mencoba game system selain DnD, dan juga adalah sesama anggota komunitas menulis yang doyan komik dan anime.

Dengan ekspektasi akan ada banyak sekali momen "creative writing" saat menerjemahkan jawaban "Kerang Ajaib" atas pertanyaan-pertanyaan kami, saya sekalian memilih game system yang dari awal didesain lebih sebagai "collaborative storytelling" yang melibatkan para pemain dari aspek world building bahkan konflik besar yang hendak diangkat.

Tentu saja, sebagai wibu yang baik, pilihan yang dirasa memenuhi kriteria adalah Fabula Ultima.

TTJRPG adalah Tabletop JRPG,
kurang wibu apa

Oke, pemain sudah direkrut, game system sudah ditentukan, toolkit untuk "Kerang Ajaib" (alias Oracle alias GM emulator) juga sudah jelas.

Nah, sekarang, karena jawaban-jawaban atas pertanyaan kita pada "Kerang Ajaib" perlu ditafsirkan lebih lanjut, bagaimana menafsirkannya? Ada tiga kepala yang bisa berpikir mandiri di meja ini, semuanya penulis dan konsumen novel, komik, dan anime pula.

Saya sudah sempat mempertimbangkan ini dan memutuskan untuk menunjuk satu orang sebagai "interpreter" sesi. Dia yang ditunjuk sebagai "interpreter" harus berusaha sebaik-baiknya menafsirkan jawaban "Kerang Ajaib" yang masuk akal dan cocok dengan konteks cerita. Ini lumayan mirip dengan menulis menggunakan writing prompt.

はい、ドイツ語を話します

Posisi "interpreter" ini dioper setiap 2 sesi sekali, jadi setiap pemain kebagian berperan sebagai "interpreter".

Hal-hal lain terkait aturan dalam game yang jadi sulit bahkan tidak bisa dipakai karena membutuhkan GM selama proses akan dibahas dan disesuaikan menjadi house rules.

Sejak dimulai di bulan Maret 2025, hingga saat posting ini dipublikasikan di September 2025, sesi 3 player tanpa GM ini sudah berjalan sampai 17 sesi. Banyak hal tidak konsisten yang kemudian harus di-retcon, salah baca atau lupa aturan, roleplay karakter yang pelan-pelan bergeser jadi lebih konsisten, dan lain sebagainya, tapi karena para pemain yang sudah klop jadinya setiap sesi terasa menyenangkan bahkan dinanti-nantikan tiap minggu.

Apakah kalian jadi tertarik untuk mencoba sesi GMless non-solo? Apakah kalian terpikir siapa yang bisa diajak ikut main sesi GMless?

Good luck and have fun jika kalian memutuskan buat coba! ദ്ദി(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧

N.B. Nama "campaign" GMless ini adalah Fabula Oraculum. Diambil dari kata "fabula" dari game system-nya yang artinya "cerita" dan kata "oraculum" yang menurut Google Translate (karena saya masukkan "oracle" di English to Latin) artinya "peramal".

Mungkin kayak gini di title screen?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudah Ada Chat GPT, Main Solo RPG Kok Masih Pake Oracle?

Solo RPG Asalnya Bukan dari Kota Solo, guys