[Recap] Murka Sang Penguasa dari Stepa - Episode 1 - Tamu Khan
DM: Rizal Sofyan
Player:
- Manda sebagai Ingemar (Dwarf Cleric)
- Mori sebagai Erlangga (Human Cleric)
- Irvan sebagai Meivel (Elf Ranger)
- Wildan sebagai Shaggy (Dragonborn Paladin)
Recap Episode: Rizal Sofyan
Konvoi dari kota Azamkand diserang oleh sekelompok bandit padang pasir. Konvoi tersebut hancur dan tercerai berai di gurun wilayah kekaisaran Tataria. Ingemar (Dwarf), Erlangga (Human), dan Meivel (Elf) bertemu satu sama lain setelah berhasil pergi dari kejaran bandit. Mereka kelaparan dan tak memiliki harapan di tengah gurun pasir.
![]() |
| Gambar dari https://www.worldwildlife.org/habitats/deserts |
Seketika datang unta berwarna putih. Awalnya mereka ingin membunuh unta tersebut namun berubah pikiran karena mereka beranggapan bahwa unta itu bukan unta biasa. Sehingga unta tersebut mereka bawa sambil mencari kota terdekat.
Mereka kemudian bertemu dengan dua orang asing di perjalanan. Orang tersebut memanggil mereka dan berniat untuk membeli unta tersebut. Tetapi sayang sekali ternyata itu semua adalah tipu daya bandit. Untung saja mereka bertiga tidak memberikan unta tersebut. Dan pertarungan sengit terjadi dengan kemenangan di pihak petualang.
Tetapi mereka menyisakan satu orang untuk menunjukan jalan menuju kota terdekat. Bandit itu menyerah dan bersedia untuk menunjukan mereka jalan ke kota terdekat yaitu kota Korum. Dan saat hendak pergi datang seorang petualang dragonborn bernama Shaggy. Dia pun rupanya tertarik bergabung dengan para petualang dan pergi ke Korum.
Saat sampai di depan gerbang rupanya mereka di tangkap oleh penjaga. Mereka dituduh telah mencuri unta sakral Tengri. Sehingga mereka berempat dilucuti dan dihadapkan kepada Khan. Temur Khan mengintrogasi mereka dan tidak membiarkan Ingemar dan Meivel berbicara karena mereka adalah ras tidak diterima di kekaisaran Tataria.
Erlangga berusaha meyakinkan Khan, namun sayang malah berujung pada terbunuhnya Ingemar dan Meivel sekarat. Mereka berempat dijebloskan ke penjara dan tidak diketahui nasib mereka bagaimana.

Komentar
Posting Komentar