Cocok-cocokan Tabletop RPG Bagai Menerawang Weton

 weton/we·ton/ Jw n hari lahir seseorang dengan pasarannya (Legi, Paing, Pon, Wage, Kliwon): tiap-tiap individu mempunyai --

"Kamu cocoknya kerja di air ...."

Beberapa waktu lalu, saya menemukan sebuah video menarik tentang "RPG playstyle", di mana video tersebut membahas delapan playstyle yang berbeda-beda, lengkap dengan contoh untuk masing-masing. Bisa dilihat videonya:


Jujur, saya lumayan sering terjerumus ke perdebatan yang nggak jauh-jauh dari topik "daripada main itu, mending main ini" di server Discord komunitas lokal pegiat tabletop RPG. Memang namanya "Kaum Mendang-Mending" itu tidak eksklusif, dimana-mana bisa ditemukan.

Untuk urusan mempelajari game system tabletop RPG baru (alias baca core rulebook buat paham aturan mainnya; dan mungkin coba main bareng orang lain), saya termasuk lambat. Orang-orang lain di komunitas sudah belajar sampai 10 game system berbeda, saya masih berkutat di 4-5 game system. Karena pengetahuannya relatif sedikit, saya sepertinya kena Dunning-Kruger effect yang bikin gampang nyolot dan defensif kalau ada topik "daripada itu, mending ini" apalagi "itu" di pembicaraan adalah game system yang saya lumayan khatam dan salah satu favorit.

Tong kosong nyaring bunyinya

Untungnya, karena faktor umur, saya juga jadi gampang capek ngelanjutin debat dan kelakuan nyolot defensif saya (sepertinya?) sudah berkurang jauh. Lanjut belajar game system ini-itu juga bikin saya makin sadar kalau nuansa dan tema yang ingin disampaikan tiap game itu beda-beda.

Sama seperti tidak semua orang suka romance-comedy atau horor, tidak semua orang yang awalnya tertarik untuk main Dungeons&Dragons setelah nonton video Raditya Dika akan lengket terus dengan setting medieval fantasy. Mungkin mereka mendapati maunya main TTRPG telenovela lengkap dengan adegan ngomong dalam hati sambil zoom-in zoom-out ke wajah aktor aktrisnya. Roll dadunya sedikit aja, lebih suka roleplay sebagai karakter.

Pada akhirnya, semua kembali lagi ke masing-masing orang. Kuncinya ada di perlu coba-coba sendiri ikut sebagai pemain. Kalau tidak ada yang buka sesi? Cari review dan/atau nyimak sesi actual play. Contoh actual play:

(Mungkin kalian kecewa karena pada akhirnya cocok-cocokan genre tabletop RPG ini tidak melibatkan weton atau zodiak.)

Barangkali malah tabletop RPG sama sekali nggak cocok karena terlalu menguras energi sosial?

"BISA JADIIII!!!"

Selamat cari-cari tabletop RPG yang cocok! Sayang sekali ya caranya bukan dengan dihitung seperti weton. ദ്ദി(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧

Komentar

  1. udah hampir 1 tahun terjun ke dunia ttrpg dan masih belum ada ketertarikan untuk mencoba system selain dnd. Selain karna rasa malas kalau harus membaca rulebook dari awal lagi, juga karna merasa masih banyak hal yg belum dieksplore di dnd.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rulebook yang rata2 di atas 200an halaman itu memang bikin mager bacanya kok. Apalagi kalau ternyata layout dalamnya meh (halo, Cyberpunk RED, iya kamu, maksudnya).
      Dan kalo baru mau 1 tahun mendalami ttrpg, biasanya memang masih mondok dulu di satu dua game system. Wajar gitu. Biasanya mulai coba2 kalo genre ato tema game lain terlihat menarik.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesi Tanpa Gamemaster, tapi Tidak Solo???

Sudah Ada Chat GPT, Main Solo RPG Kok Masih Pake Oracle?

Solo RPG Asalnya Bukan dari Kota Solo, guys