Tabletop RPG dan Novel - Saudara? Kerabat? Keluarga!

Di tahun 2015, salah satu teman sesama penggemar anime yang mengajak nonton bareng anime berjudul Chaos Dragon. Alasan utamanya adalah kami mendengar Gen Urobochi adalah salah satu penulisnya. Dua nama lain yang juga kami dengar terlibat adalah Nasu Kinoko dan Ryogo Narita. (ada dua nama lainnya yang kami kurang familier: Izuki Kogyoku dan Simadoriru) Ini orang-orang yang kalau bikin cerita selain unik juga tragis dan/atau mind blown, mau jadi gimana ini anime?

Poster comot dari
Rotten Tomatoes

"Katanya ini mereka main game yang judulnya Red Dragon terus apa yang terjadi pas mereka main tu dijadiin anime ini."

Dari situ saya kemudian tahu tentang apa itu replay book. Bapak dari Kotodama Heavy Industries, penerjemah dan pendistribusi game Ryuutama, punya video yang jelasin apa itu replay book dengan bagus:


Tapi dengan format penulisannya, replay book masih belum cocok masuk kategori novel. Chaos Dragon yang disebut di awal postingan ini punya versi adaptasi novelnya (kalau saya tidak salah ingat, versi replay dari sesi mainnya ditulis di website). Dari sesi 6 hari menjadi 7 volum buku.

Dan lama kemudian, setelah tahu benda bernama replay book dari anime Chaos Dragon, saya terjerumus Dungeons & Dragons dan menjalankan campaign Icewind Dale: Rime of the Frostmaiden. Saat membaca buku campaign ini, ada nama familier di buku: R. A. Salvatore.

Ini nama dari jaman saya masih aktif di forum game di awal tahun 2000an. Di sana ada sub-forum Role-playing Cyber Novel (RPCN) yang jadi tempat nongkrong kami-kami yang hobi baca tulis. Salah seorang pengunjung aktif di sana pernah membahas R. A. Salvatore (saya lupa seri yang mana) yang menurutnya "sangat game banget".

R. A. Salvatore dengan trilogi The Icewind Dale ternyata adalah yang mendetailkan region Icewind Dale di Forgotten Realms. Itu sebabnya penulis/game designer Rime of the Frostmaiden menyebut beliau di bagian ucapan terima kasih.

Seri Dragonlance juga contoh lain setting Dungeons & Dragons yang punya seri novelnya sendiri. Sayangnya, karena sampai saya menulis postingan ini saya belum membaca novel R. A. Salvatore maupun seri Dragonlance, saya belum bisa menjabarkan seperti apa jadinya class, race, dan feat dari mekanik game diadaptasi ke novelnya.

Oke, jadi tabletop RPG menjadi inspirasi untuk sebuah novel sudah terjadi, tapi apakah pernah terjadi dari novel menjadi tabletop RPG?

Ada dong.

Sudah 7th edition dia

Call of Cthulhu sendiri tidak spesifik hanya mengadaptasi cerita pendeknya yang berjudul sama. Mereka mengadaptasi makhluk dan dewa yang termasuk dalam Cthulhu Mythos plus tema/genre cerita "weird fiction", " Lovecraftian", " weird west", "pulp". 

Salah satu campaign Call of Cthulhu yang pernah dirilis, Beyond the Mountain of Madness, mengambil setting Antartika dan merupakan sekuel dari At the Mountain of Madness.

Selain Call of Cthulhu, Chaosium juga mengadaptasi serial novel Rivers of London menjadi TTRPG.


Penerbit-penerbit TTRPG lain pun ada yang punya lini judul adaptasi dari novel bahkan media lain, misalnya Free League punya The One Ring Roleplaying Game adaptasi dari Lord of the Rings, Modiphius punya John Carter of Mars adaptasi dari seri Barsoom, Mongoose punya Conan: The Roleplaying Game adaptasi dari Conan the Barbarian, dan lain-lain.

Memang novel dan buku TTRPG ini sebetulnya masih ada hubungan kekerabatan, ya setelah dibahas seperti ini.

Sebagai penutup postingan, barangkali kalian mau share juga pernah baca novel yang diadaptasi dari tabletop RPG atau sebaliknya, langsung tinggalin komen aja.

 ദ്ദി(˵ •̀ ᴗ - ˵ ) ✧

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesi Tanpa Gamemaster, tapi Tidak Solo???

Sudah Ada Chat GPT, Main Solo RPG Kok Masih Pake Oracle?

Solo RPG Asalnya Bukan dari Kota Solo, guys