Bukankah Solo Journaling Adalah Writing Prompt Dengan RNG?

RNG alias Random Number Generator, istilah yang biasa disebut-sebut kalau urusannya berkaitan dengan gacha, lootbox, dan kawan-kawan sejawatnya. Probabilitas dan statistika, game of chance.

... Gampangnya sih gambling alias judi. Tapi kalau pakai kata "judi" kan konotasinya negatif.

Ingat kata Bang Rhoma Irama

Pembedanya adalah kalau judi menjanjikan kekuatan, RNG belum tentu menjanjikan kekuatan. Dia bahkan nggak menjanjikan apa-apa selain mengeluarkan angka acak.

Sebagai penggemar sekaligus pengembang game, saya sering menyambangi situs itch.io, platform untuk distribusi dan publishing game, mayoritas game indie dan submission game jam. Keluyuran di itch.io adalah awal mulanya saya menemukan solo journaling.

Apa Itu Solo Journaling?

Gampangnya, kita berperan menjadi seseorang, entah seorang pengelana yang mengunjungi tempat-tempat eksotik, seorang pustakawan yang terkurung dalam perpustakaan yang akan diserang tentara musuh, seorang dokter makhluk kriptid, dan lain sebagainya.

Orang yang kita perankan ini menulis sebuah jurnal tentang apa yang dialaminya. Apa yang dialami inilah yang menggunakan RNG untuk kombinasi kata kuncinya. Mereka yang aktif di creative writing pasti langsung familier dengan ini: writing prompt.

Apakah Solo Journaling Termasuk Game?

Buka kamus dulu buat definisi

Menurut Merriam-Webster, salah satu definisi "game" adalah "a physical or mental competition conducted according to rules with the participants in direct opposition to each other". Untuk yang kagok bahasa Inggrisnya, kurang lebih terjemahannya "kompetisi fisik atau mental yang dilaksanakan mengikuti peraturan dengan peserta yang saling melawan".

... Karena bukan penerjemah, terjemahan saya juga sebetulnya juga aneh sih ya. Tapi semoga bisa dipahami.

Jadi, dengan definisi di atas, apakah solo journaling termasuk game?

Sebetulnya kurang masuk karena tidak ada "peserta yang saling melawan", tapi bagian pertamanya "kompetisi fisik atau mental yang dilaksanakan mengikuti peraturan" masih masuk, dengan catatan "kompetisi" yang dimaksudkan lebih ke arah "tantangan" yang tidak mengharuskan melawan seseorang. Ini, menurut saya, menempatkan solo journaling seperti teka-teki silang atau sudoku. Yang ditantang adalah kreativitas kita menerjemahkan writing prompt yang dihasilkan dari lempar dadu atau tarik kartu.

Bedanya Solo Journaling dan Solo RPG


Pembeda utama antara solo RPG dengan solo journaling adalah solo RPG butuh menggunakan suatu game system, sementara solo journaling tidak butuh. Solo RPG adalah memainkan sebuah tabletop RPG, yang biasanya butuh gamemaster dan pemain lainnya, tanpa gamemater dan tanpa pemain lainnya. Solo journaling dari awal sudah bisa dilakukan tanpa gamemaster dan pemain lainnya.

Solo Journaling Pertama Saya

Judulnya The Adventurer.

Jujur, saya tidak ingat bagaimana ceritanya sampai menemukan The Adventurer di lautan game di itch.io. Yang saya ingat, waktu itu masih gratis, saya download, saya coba, dan saya terpikat. Setelah itu saya makin banyak mencari-cari solo journaling lainnya.

Lucunya, biarpun solo journaling pertama saya adalah The Adventurer, saya baru sampai tahap me-list hasil RNG dari prompt-nya saja, tapi tidak ditulis lebih lanjut.

Solo Journaling Favorit

Saya akan merekomendasikan beberapa solo journaling yang saya suka temanya di bawah ini. Beberapa sudah pernah saya coba, tapi ... lebih banyak yang belum.

Selamat mencoba beberapa rekomendasi di atas, barangkali ada yang cocok.

Komentar

  1. Solo Journaling my beloved <3
    Thanks for the blog article. I know it's a way less known niche among the many kind of games out there, so seeing someone giving attention to it makes me happy :3

    BalasHapus
  2. pertama tau genre solo journaling ketika menyelami itch.io untuk mencari solo rpg, sebenarnya cukup tertarik untuk memainkannya, tapi mungkin karna tidak biasa menulis jadi agak kesulitan dalam memainkannya, masih bingung apa yang mau ditulis dan bagaimana cara menuliskannya agar terlihat bagus. terlebih biasanya promp yg diberikan kurang begitu detail / terlalu umum, sebenarnya itu bagus untuk memberi kebebasan untuk pemain, tapi untuk ku malah membingungkan. meski demikian aku mencoba untuk melakukan journaling di solo rpg, yg dimana lebih "detail" dalam memberikan promp nya sehingga cukup mengarahkan apa yang harus ku tulis. btw terima kasih rekomendasinya, mungkin nanti coba ku lihat lihat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejujurnya, meskipun aku ada latar belakang suka nulis (creative writing), pas awal coba solo journaling memang agak2 susah, apalagi nggak biasanya nulis jurnal. Tapi seiring makin sering baca novel/cerpen yang diformatnya kayak tulisan jurnal/diari seseorang, jadi lebih pede juga nulisnya solo journaling.
      Pembeda utamanya mgkn krn aku dari awal suka nulis, makanya beradaptasi ke solo journalingnya nggak lama ya. And it's very okay kok. Skill dan enjoy nulis cerita tu datangnya gak dalam semalam. Orang yg gak enjoy nulis (tapi suka baca) juga banyak dan it's very okay.
      Semoga dari rekomendasi2 yg masih dikit di atas ada yg nyantol dan jadi inspirasi yak.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sesi Tanpa Gamemaster, tapi Tidak Solo???

Sudah Ada Chat GPT, Main Solo RPG Kok Masih Pake Oracle?

Solo RPG Asalnya Bukan dari Kota Solo, guys